Siswa RA Raudlatul Qur’an 01 Batam sedang berbaris dengan tertib sambil mengikuti arahan guru sebagai bagian dari pembiasaan disiplin dan kemandirian.

RA Raudlatul Qur’an Batam terus berkomitmen membentuk karakter anak sejak usia dini, salah satunya dengan mengajarkan keberanian dalam mempertahankan barang milik sendiri sekaligus menanamkan sikap berbagi secara bijak.

Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, guru memberikan pemahaman kepada siswa bahwa setiap anak memiliki hak atas barang miliknya, seperti mainan, alat tulis, maupun bekal. Anak diajarkan bahwa mengatakan “tidak” dengan sopan adalah hal yang boleh dilakukan ketika merasa tidak nyaman atau belum ingin meminjamkan barangnya.

Melalui metode bermain peran (role play), siswa dilatih menghadapi situasi sehari-hari, seperti ketika ada teman yang ingin meminjam barang. Guru membimbing anak untuk merespons dengan kalimat sederhana seperti, “Boleh nanti ya,” atau “Sekarang aku masih mau pakai.” Hal ini membantu anak belajar menyampaikan perasaan dan keinginannya dengan baik.

Siswa RA Raudlatul Qur’an 01 Batam sedang berbaris dengan tertib sambil mengikuti arahan guru sebagai bagian dari pembiasaan disiplin dan kemandirian.

Selain itu, guru juga menanamkan pentingnya berbagi dalam batas yang wajar. Anak diajak memahami bahwa berbagi adalah sikap terpuji, namun tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan diri. Dengan begitu, anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang selalu mengalah, tetapi juga tidak menjadi egois.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa keseimbangan antara mempertahankan hak dan berbagi sangat penting dalam perkembangan sosial anak. Anak yang mampu menjaga miliknya akan lebih percaya diri, sementara kemampuan berbagi akan membentuk empati dan kepedulian terhadap orang lain.

Kegiatan ini juga didukung dengan pendekatan positif, seperti memberikan pujian saat anak berani mengungkapkan pendapatnya atau ketika mampu berbagi dengan tulus. Dengan suasana belajar yang nyaman, anak-anak menjadi lebih berani dan terbuka.

RA Raudlatul Qur’an Batam berharap melalui pembiasaan ini, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, serta memiliki sikap sosial yang baik, mampu menjaga hak diri sendiri sekaligus menghargai orang lain.