Peserta didik RA Raudlatul Qur’an 2 Sagulung Batam sedang murojaah dan belajar membaca Al-Qur’an bersama guru dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan.

Batam – Dalam kehidupan yang penuh dengan ujian dan tantangan, setiap Muslim diajarkan untuk senantiasa bersabar. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu, bahwa Muhammad ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنْ الصَّبْرِ

“Dan tidaklah seseorang diberi sesuatu (oleh Allah) yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”
(HR. Sahih al-Bukhari no. 1376 dan Sahih Muslim no. 1745)

Hadis ini menjelaskan bahwa kesabaran merupakan anugerah terbesar yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Sabar bukan sekadar menahan diri dari marah atau keluh kesah, tetapi merupakan kekuatan hati dalam menghadapi berbagai keadaan, baik dalam kondisi sulit maupun lapang.

Secara makna, sabar mencakup tiga hal utama:

  1. Sabar dalam ketaatan, yaitu tetap istiqamah menjalankan perintah Allah seperti shalat, puasa, dan ibadah lainnya.

  2. Sabar dalam menjauhi maksiat, yakni mampu menahan diri dari perbuatan yang dilarang.

  3. Sabar dalam menghadapi ujian, seperti sakit, kehilangan, kegagalan, maupun masalah kehidupan.

Keutamaan sabar sangatlah luas. Orang yang sabar akan memperoleh ketenangan hati, kekuatan mental, serta pahala yang tidak terbatas. Allah SWT menjanjikan balasan besar bagi orang-orang yang bersabar. Dalam kehidupan sosial, sikap sabar juga melahirkan pribadi yang bijaksana, tidak mudah terpancing emosi, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.

Di era modern yang serba cepat ini, tantangan hidup semakin kompleks. Tekanan pekerjaan, pendidikan, ekonomi, hingga pergaulan sering kali menguji kesabaran. Oleh karena itu, menanamkan nilai sabar sejak dini sangat penting, baik dalam keluarga maupun lembaga pendidikan. Dengan membiasakan sikap sabar, generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan berakhlak mulia.

Melalui pemahaman hadis ini, diharapkan umat Islam semakin menyadari bahwa kesabaran bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan terbesar dalam menghadapi kehidupan. Kesabaran adalah jalan menuju keberkahan, ketenangan, dan keberhasilan dunia serta akhirat.

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang senantiasa diberi kelapangan hati dan kemampuan untuk bersabar dalam setiap keadaan. Aamiin.