Siswa MI Raudlatul Qur’an tampak ceria mengikuti aktivitas pembelajaran dan kebersamaan di lingkungan madrasah, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kreativitas dan karakter positif sejak dini.

Memasuki jenjang Sekolah Dasar, anak mengalami fase kehidupan yang baru. Tidak hanya perkembangan akademik yang meningkat, tetapi juga perkembangan emosi anak SD yang menjadi semakin kompleks dibandingkan saat masih di Taman Kanak-kanak. Pada tahap ini, kemampuan anak dalam mengenali, memahami, dan menilai emosi mulai terasah seiring dengan bertambahnya interaksi sosial di lingkungan sekolah.

Pemahaman emosi merupakan tugas sosial yang sangat penting bagi anak. Dengan pemahaman emosi yang baik, anak mampu merespons berbagai peristiwa di sekitarnya secara tepat dan positif. Sebaliknya, apabila anak kesulitan mengelola emosinya, hal ini dapat berdampak pada hubungan pertemanan, munculnya konflik dengan teman sebaya, bahkan mengganggu proses pembelajaran di kelas.

Oleh karena itu, MI Raudlatul Qur’an Batam memandang penting peran orang tua dan guru dalam memahami tahap perkembangan emosi anak SD, sekaligus membimbing anak agar mampu mengendalikan emosinya dengan baik sehingga tumbuh menjadi pribadi yang matang, berakhlak, dan berkepribadian positif.

Tahap Perkembangan Emosi Anak SD

Usia 5–6 Tahun
Pada usia ini, sebagian anak mulai memasuki bangku Sekolah Dasar. Bermain bersama teman sebaya menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Anak sudah mampu mengikuti aturan dan perintah sederhana. Pada tahap ini, anak perlu diajarkan kemampuan sosial dasar seperti meminta maaf, menunggu giliran, serta menghargai orang lain agar terbentuk sikap sopan dan empati sejak dini.

Usia 7–8 Tahun
Di kelas 1 dan 2 SD, anak mulai memahami arti pertemanan dan memiliki teman dekat. Rasa tanggung jawabnya pun mulai berkembang. Anak sudah dapat diberikan kepercayaan untuk melakukan tugas sederhana, seperti merapikan kamar atau menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri. Hal ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Usia 9–10 Tahun
Pada kelas 3 dan 4, anak mulai lebih mengutamakan peran teman sebaya. Ini merupakan bagian dari proses kedewasaan yang wajar. Anak semakin mandiri dan mulai berani mengambil keputusan sendiri. Orang tua dan guru perlu memberikan ruang kebebasan yang terarah, disertai penanaman nilai-nilai positif, norma, dan akhlak Islami agar anak tetap berada pada jalur yang benar.

Cara Mengendalikan Emosi Anak SD

Merasa marah atau kesal adalah hal yang manusiawi. Namun, anak perlu dibimbing agar mampu mengendalikan emosi, bukan dikendalikan oleh emosi tersebut. Beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua dan guru antara lain:

  1. Membantu Anak Mengenali Tanda Amarah
    Ajarkan anak mengenali tanda-tanda ketika emosi mulai muncul, seperti jantung berdebar, tangan mengepal, atau wajah tegang. Dengan mengenali tanda ini, anak memiliki kesempatan untuk menenangkan diri sebelum emosi meledak.

  2. Mencari Solusi Bersama
    Bangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Libatkan anak dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapinya. Anak perlu merasa bahwa yang dihadapi adalah masalah emosinya, bukan dirinya sebagai pribadi.

  3. Mengajarkan Teknik Mengendalikan Emosi
    Anak dapat diajarkan cara sederhana seperti menarik napas dalam sambil menghitung, menjauh dari sumber konflik, menenangkan diri di tempat yang nyaman, atau berbicara dengan orang yang dipercaya. Mengalihkan emosi dengan kegiatan positif seperti bermain, berolahraga, atau berjalan di alam terbuka juga sangat membantu.

Melalui pendampingan yang konsisten antara sekolah dan orang tua, diharapkan anak-anak MI Raudlatul Qur’an Batam mampu mengelola emosinya dengan baik, tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual.

PROGRAM UNGGULAN – ENGLISH FOR SCHOOL

Sebagai bentuk inovasi dan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, Raudlatul Qur’an menghadirkan Program Unggulan English For School. Program ini merupakan pembelajaran Bahasa Inggris yang dirancang untuk menciptakan lingkungan berbahasa Inggris (English Zone) serta meningkatkan kemampuan bahasa siswa secara sistematis, menyenangkan, dan berorientasi pada praktik dalam kehidupan sehari-hari.

1. Kolaborasi Bersama Kampung Inggris Pare

Program English For School dilaksanakan bekerja sama dengan tutor profesional dari Kampung Inggris Pare, salah satu pusat pembelajaran Bahasa Inggris terbesar dan paling terpercaya di Indonesia, dengan metode yang komunikatif dan aplikatif.

2. Pembiasaan Bahasa Inggris yang Konsisten

Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga diterapkan melalui berbagai aktivitas pendukung, seperti:

  • Daily English Expression

  • English Vocabulary of The Day

  • English Area di lingkungan sekolah

  • Interaksi ringan siswa dengan guru dan tutor menggunakan Bahasa Inggris

  • Kegiatan tematik berbasis bahasa (roleplay, mini dialog, dan aktivitas komunikatif lainnya)

Pendekatan ini bertujuan untuk membangun kebiasaan, keberanian, dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris secara aktif, bukan sekadar memahami teori.

3. Fasilitas yang Didapatkan Siswa

Siswa peserta program English For School akan memperoleh:

  • ✔ Lingkungan berbahasa Inggris (English Zone)

  • ✔ Tutor profesional dari Kampung Inggris Pare

  • ✔ Materi Speaking dan Grammar lengkap

  • ✔ 20 kali pertemuan per bulan (90 menit/pertemuan)

  • ✔ Sertifikat Program

  • ✔ English Parent Class

  • ✔ Modul pembelajaran terstruktur

4. Output / Hasil yang Diharapkan

Dengan diterapkannya program ini, siswa  Raudlatul Qur’an diharapkan mampu:

  • Berani berbicara Bahasa Inggris dalam situasi sehari-hari

  • Memiliki dasar grammar yang kuat

  • Melakukan percakapan sederhana hingga tingkat menengah

  • Memiliki karakter percaya diri dan siap menghadapi tantangan global

  • Menjadi generasi madrasah yang modern, berbahasa, dan berakhlak