Anak-anak RA Raudlatul Qur’an 2 Sagulung Batam tampak ceria saat bermain bersama di lingkungan sekolah, sebagai bagian dari pemenuhan hak anak dalam Islam untuk bermain dan bergembira.

Batam – RA Raudlatul Qur’an 2 Sagulung Batam memahami bahwa anak usia dini memiliki dunia yang penuh dengan rasa ingin tahu dan imajinasi. Namun, saat proses belajar berlangsung, ada kalanya anak merasa bosan sehingga enggan untuk belajar. Kondisi ini wajar terjadi, mengingat anak usia RA belajar paling efektif melalui kegiatan yang menyenangkan. Oleh karena itu, orang tua perlu menerapkan cara belajar yang tepat agar anak lebih mudah memahami pelajaran.

Pertama, ajak anak belajar melalui kegiatan bercerita (storytelling).

Bercerita merupakan metode belajar yang efektif untuk anak usia dini karena dapat membantu menyampaikan ide-ide sederhana dengan cara yang menyenangkan. Orang tua dapat mengajak anak menceritakan kembali pengalaman sehari-hari, seperti kegiatan di sekolah, bermain dengan teman, atau aktivitas di rumah. Kegiatan ini dapat melatih daya ingat, kemampuan berkomunikasi, serta meningkatkan rasa percaya diri anak.

Kedua, ajak anak bermain sambil belajar.

Bermain adalah dunia anak dan menjadi salah satu cara belajar yang paling efektif. Melalui permainan, anak belajar dari pengalaman yang ia rasakan secara langsung. Orang tua dapat memilih permainan yang sesuai dengan usia anak, seperti menyusun balok, menggambar, mewarnai, atau permainan edukatif sederhana lainnya agar anak tetap antusias saat belajar.

Ketiga, belajar sambil melakukan kegiatan di luar kelas atau field trip.

Mengajak anak belajar di luar lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Melalui field trip, anak dapat belajar secara langsung dari lingkungan sekitar, sehingga pemahaman anak menjadi lebih utuh dan bermakna. Anak juga akan merasa lebih bahagia karena suasana belajar yang berbeda dari biasanya.

Keempat, dampingi anak selama proses belajar.

Belajar merupakan sebuah proses yang membutuhkan pendampingan. Orang tua diharapkan dapat membimbing anak ketika menghadapi kesulitan, tanpa langsung memberikan jawaban. Pendampingan yang tepat akan membantu anak belajar memecahkan masalah dan meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar.

Kelima, bimbing anak untuk menemukan kebahagiaan dalam belajar.

Setiap anak memiliki minat yang berbeda-beda. Orang tua dapat membantu dengan mengaitkan materi pelajaran dengan hal-hal yang disukai anak. Dengan cara ini, anak akan merasa belajar adalah kegiatan yang menyenangkan, bukan beban.

RA Raudlatul Qur’an 2 Sagulung Batam mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Dengan metode belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak, diharapkan anak dapat lebih cepat menangkap pelajaran dan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas serta berakhlak mulia.